You are currently browsing the category archive for the 'Cinta' category.
Yang sabar ya sayang
Semua akan ada hasilnya
Yang penting kita sudah berusaha
Semoga impian tak hanya terngiang
Heheh, iya ya
Karena sibuk kerja
Demi cita-cita
Tetap dukung dan berdoa, ya!
Sudah lama blog ini kita tinggalkan
Karena kita asyik bermesraan
Marilah kembali kita ramaikan
Menuangkan cinta dalam goresan
Ini bukan soal Jogja-Jakarta
Ini soal lidah dan selera
Kalo karung bergigi memang tak bisa membedakan
Karena apa pun pasti dimakan
Sekarang orang kota itu sok desa
Warung makan berlabel “desa”
Banyak diserbu orang “kota”
Penampilan kota tapi lidahku masih desa
Kanda tak suka pizza
Lebih enak martabak telor aja
Martabak telor istimewa
Yang pake telor bebek dan banyak dagingnya!
Perlukah kita rayakan?
Candle light dinner berdua?
Atau nonton film romantis saja?
Tapi kok kanda pengen makan durian..
Tiga purnama terlewati
Kita berdua mengucap janji
Aku jadi mikir sendiri
Jalan ke mana ya weekend ini?
Rasanya baru kemarin kuungkapkan rasa
Rasanya baru kemarin kita menjalin asa
Tak terasa sudah tiga purnama kita bersama
Semoga kita tetep baik-baik saja..
I love u, Dita..
Tak terasa sudah dua purnama
Terajut tali kisah kita
Bercumbu dalam suka dan duka
Semoga kita selalu bersama..
Aku sayang kamu, Adinda!
Semeru yang menjulang
Tak menjadikan cintaku lekang
Biarkan Bromo memuntahkan asap
Namun cintaku tak kan lenyap..
Satu purnama terlewati
Bersama kita merajut mimpi
Bahagia penuhi hati
Terimakasih atas cintamu ini
Tak terasa sudah satu purnama
Berawal dari kejutan dini hari
Kini kita bersama
Semoga awet sampai nanti
Atraksi burung juga memesona
Terbang meliuk sunguh cantik menggoda
Namun hanya dinda yang membuat hatiku berbunga
Membuatku ingin mencubit karena gemesnya!
*cubit*
Kanda pengen nonton
Namun makan juga terdengar enak
Yang penting acara ndak monoton
Sehingga wiken menjadi semarak
Kanda inginkan hati
Punya Dinda yang bulat ini
Dinda jadi senang sekali
Pengen makan kue lagi!
Aku percaya inner beauty
Biar kamu ndut, aku tak peduli
Yang kuinginkan adalah hati
Soalnya, mo gimana lagi?
*gemes*
Melihat dinda memakai daster
Membuat hatiku jadi tambah ser..
Karena dinda tampil apa adanya
Aku jadi suka melihatnya!
*lain kali jangan pake daster kalo nemuin tamu*
Masih terasa bagaikan mimpi
Bertemu Kanda dini hari
Bila ini bukan kejutan
Pasti aku akan berdandan!
*malu ketemu gembel-gembelan*
Sungguh aku tak menyangka
Tengah malam ketemu kanda
Dengan pita pink di tangan
Kanda jadi kado impian
15 Juli pukul nol-nol dini hari
Bermodal cinta membawa roti
Mengucapkan kata di hari istimewa
Semoga dinda bahagia..
Selamat ulang tahun, sayang!
Kanda suka roti Tan Ek Tjuan
Dijual di atas gerobak di pinggir jalan
Sudah terkenal sejak jaman penjajahan
Rotinya enak bukan buatan
Kandaku punya roti kesukaan
Roti coklat dari Tan Ek Tjuan
Padahal menurutku itu cemilan
Mana cukup buat sarapan?
Dinda memang pengertian
Kalo pun makan di restoran mewah
Bagiku itu bukan suatu masalah
Sekali-kali, boleh kan?
Terserah Dinda ingin makan di mana
Kanda cuma bisa mengangguk saja
Restoran mewah atau pun kaki lima
Terasa romantis bila makan malam berdua
Kurus gendut bukan masalah
Yang penting tidak hidup susah
Minggu depan terasa lama
Ingin makan berdua Kanda
Kakanda kurus namun seksi
Adinda ndut menawan hati
Kita memang pasangan yang berpengaruh
Bila berdampingan seperti angka sepuluh
Olahraga aku tak suka
Bikin aku keringatan saja
Bila Kakanda memang cinta
Biarkan aku begini saja
Kandaku sekarang sedang pesta
Makan duren di kost-nya
Jangan sering-sering ya Kanda
Bukankah duren mahal harganya?
Walau dia suka padaku
Tak selera aku padanya
Kandaku jauh lebih lucu
Bikin aku tergila-gila
Ah biarkan saja dia meniru
Asal bukan meniru menyukaimu
Kalau dia lakukan itu
Akan kupertahankan dirimu..
*takut kehilangan kerjaan kamu*
Bila cinta sudah bersarang
Dunia seakan milik berdua
Bos itu juga cuma numpang
Jadi mari kita teruskan ceting mesra..
*lirak-lirik takut si bos baca blog ini*
Kerjaan datang tiada henti
Begitu laknat mengisi hari
Namun tetep bersua hati ini
Melalui jari-jemari..
*ceting mesra*
Hati-hati ya, Dinda
Bila Dinda naek angkot
Jangan terlena
Karena bisa repot..
Kandaku, Dinda pulang duluan
Karna udah tak ada kerjaan
Kamu jangan pulang kemaleman
Kanda harus jaga kesehatan
Dinda, taukah kamu lumba-lumba?
Mamalia air yang cerdas tiada tara?
Cerdas, lincah, dan menggemaskan
Sifat-sifatnya seperti Dinda, bukan?
*peluk lumba-lumba*
Masa lalu memang tak terlupakan
Layaknya cermin dia difungsikan
Hendaklah kita mengambil pelajaran
Demi meraih masa depan..
Terima kasih atas cintamu
Telah atasi kegundahanku
Sisa luka di masa lalu
Kini hatiku tak lagi biru
Manakah yang kau pilih?
Antara juice atau air?
Janganlah Dinda resah dan khawatir
Karena hanya Dinda lah yang terkasih
Ndoro Kakung rutin ke sini
Dia selalu merindukan kami
Bisa jadi dia berburu
Cari gosip baru yang seru
Kota Bogor kota hujan
Bila berkunjung, talas harus di tangan
Kepada dinda hati ini bertuan
Dan biarkan tugu Kujang yang menyaksikan..
Kanda pake batik pastilah tampan
Kau memang membanggakan
Dinda pake kemeja biasa saja
Supaya agak rapi penampilannya
Kanda kok pingin pakai batik
Sepertinya oke dan asyik
Corak parangkusumo untuk pecinta
Cocok juga dipake pada suatu acara
*tetep kasual doms ah*
Kalo begitu inginnya Kanda
Dinda pake baju kerja saja
Tadinya mo pake kaos sebagai ganti
Tapi ntar terlihat gak seksi
xixixi
Begitupun di tempat Dinda
Yang penting produktif kerjanya
Tapi besok acara di Deptan
Dinda dandan supaya tak memalukan
Penampilan di tempat kanda memang ndak begitu diperhatikan
Mencumbu server adalah tugas kakanda
Jarak yang jauh tak perlu dinda risaukan
Yang pasti hati kanda selalu dekat dengan adinda
Dinda sungguh tak menyangka
Kukira kanda resmi pakaiannya
Namun apa pun yang dipakai Kanda
Tak kan menggoyahkan perasaan adinda
*kantor kanda jauh sekali..*
Sungguh pagi yang menyenangkan
SMS kanda membuka hari
Kanda juga sudah Dinda daftarkan
Kemarin Dinda konfirmasi
*ketemu di mana yah, kita?*
Selamat pagi!
Tak terasa sudah Kamis lagi
Tak sabar rasanya menunggu esok hari
Di mana Blackberry akan dibagi
*Dinda jadi datang ke acaranya? udah konfirmasi?*
Semua sayang yang dirasakan
Datang dari hati tentu saja
Bukan datang dari pakaian
Cantik pun hanya bonus semata
Hai gadis bermata bulat
Lirikanmu buat ‘ku terpesona
Penampilanmu yang cantik sangat
Ingin ‘ku selalu bersama
Hai hai pagi telah datang
Tanda ayam telah berkokok sekarang
Selamat pagi sayang
Mari mulai hari dengan senang
Sms dinda tadi pagi
Ditambah tidur sebentar
Membuat senang di hati
Badan pun terasa segar
*cium-cium dinda sebelum cium-cium server*
Selamat tidur duhai Kakanda
Dinda mau teruskan kerja
Kapan kita belanja berdua?
Dilanjutkan dengan masak bersama..
Malam telah datang
Mentari telah berlalu
Aku ingin segera pulang
Dalam mimpi kita kan bertemu..
Ini KC jadi ndak jelas juntrungannya
Ngomong mesra berbuntut ke cita rasa
Duhai dinda kapan kita bersua
Kita nikmati malam sambil dinner berdua
Wedang Ronde atau Sekoteng apa bedanya?
Hanya beda di campuran isinya saja
Baiklah, kanda mengalah demi adinda
Sini donk, suapin kanda..
aaa..
*buka mulut*
Baiklah bila dinda ndak bersedia
Kanda beli wedang ronde saja
Jahe hangat menggugah selera
Dinda mau? Sini kanda suapin, ya..
*aa… hap..*
Hujan deras sore ini
Mengguyur lebat membasahi hari
Duhai dinda, bikinkan kanda kopi
Kopi buatan dinda memang paling yummy..
Memang nikmat cumi goreng calamari
Disantap berdua di kala senja
Secangkir teh poci menemani
Semakin romantis rasanya..
*elus-elus perut*
Bermesraan di atas pasir
Setiap butirnya menghantarkan gairah
Sungguh hatiku berdesir
Ketika adinda melirikku manja sambil mendesah..
Kau lihat ombak itu, sayang?
Saling berkejar berbuih-buih
Sungguh aku mabuk bukan kepayang
Bersama dinda, hilanglah rasa sedih..
Aku ingin ke pantai ketika senja
Merasakan ombak menggerus kaki
Aku ingin bersama adinda
Duduk di atas pasir menyatukan hati
Kanda baik lagi setia
Aku beruntung bisa bersamamu
‘Ku perhatian sudah seharusnya
Sebagai tanda cinta dariku
Terima kasih adinda, kau sungguh perhatian
Kanda hanya butuh genggaman tanganmu
Begitu sejuk menyejukkan
Sesak di dada hilang karena bahagia memilikimu..
Aduh dadaku sesak
Sulit bernafas sulit bergerak
Rupanya adinda penyebabnya
Selalu ada di dalam dada..
Kanda jangan egois begitu
Dunia ini milik bersama
Walau kita sudah bersatu
Kita tetap perlu mereka
Ah biarkan saja
Dunia milik kita berdua
Yang numpang boleh suka
Jika ndak suka silakan pergi saja..
hihihi
*merengkuh dinda ke dalam dekapan*
Dinda jadi malu sendiri
Banyak menebar kata cinta
Tapi apa yang tertulis ini
Memang benar yang Dinda rasa
Bila dimabuk asmara
Imajinasi liar tak terkekang
Kanda ndak ingin nafsu berkedok cinta
Membuat dosa makin bergelimang
Kanda, dirimu memang benar
Kita harus menahan diri
Walau imajinasi meliar
Cinta ini harus tetap suci
Kakanda juga ingin rasa
Namun tunggulah sesaat
Kita janganlah tergesa
Mari menunggu saat yang tepat
Perhatian tanda cinta
Adinda terluka, kanda merasa
Bersama kita bisa berbahagia
Menyongsong masa depan yang penuh asmara
Apalah daya suami bila tanpa istri?
Suami berulah, istri ngambek, suami mengumpat
Andai tiba waktunya nanti
Adinda akan bahagia bersuami yang tepat
*tetesin obat mata ke adinda dengan mesra*
Hidup memang menjadi lebih indah
Bila kita selalu bersama
Engkaulah penyuplai gairah
Kepadamulah aku mencinta
Prambanan megah bukan buatan
Perlambang cinta bertepuk sebelah tangan
Duhai dinda kanda semakin sayang
Belum terlaksana, bahagianya sudah terbayang
Pernahkah kuceritakan tentang Taman Sari?
Istana air tempat bercinta para penguasa
Tentu kita akan memadu kasih di sana
Berasyik masyuk membuat iri para bidadari
Kan kupetik bintang
‘tuk jadi pelita
Kanda akan selalu sayang
Pada Dindaku tercinta
Demi cinta puan
Kanda rela jadi bulan-bulanan
Inilah pengorbanan
Karena mendapatkan cinta adalah pengorbanan
Kanda datang ke BHI?
Siap-siap jadi bulan-bulanan
Bicara masalah hati
Yang paling baik kan jadi pilihan
Indah rasa yang kurasakan
Semoga akan terus bertahan
Cinta ini bukan buatan
Kepadanya aku persembahkan
Kata-kata dan rasa cinta
Lebih abadi yang mana?
Semayam cinta di dalam dada
Baiknya kami ceritakan saja

Pemuja Rahasia