You are currently browsing the category archive for the 'Kangen' category.

Tak terasa sudah seminggu
Berjalan bersama di kotamu
Kini aku dibalut rindu
Ingin kita kembali bertemu

Hari Sabtu kita jalan ke mana?
Jeng-jeng keliling Bogor atau nonton saja?
Semua terasa indah bila bersama dinda
Walau capek, tapi hati senang rasanya..

Jumat malam terasa lama
Kok ngga datang-datang juga?
Ingin segera ketemu Kanda
Supaya bisa dinner bersama

Asyik, besok hari Sabtu
Tak sabar sudah aku menunggu
Bertemu dinda di Kota Bogor
Pengen rasanya segera pulang kantor..

Masih tak percaya hari kemarin
Menembus malam menerjang dingin
Hanya untuk bertemu dinda pujaan
“Selamat ulang tahun”, aku ucapkan

*pengen ngulangi lagi*

Weekend ini tidak bersua
Sungguh aku rindukan Kanda
Minggu depan berkencan lagi
Jadil dobel rinduku ini

Demi kamu aku pamit
Sebentar aku ke langit
Kan kupetikkan bintang
Hanya untukmu seorang

Kangen anjing lautku yang manis
Sekarang kumisnya sudah tipis
Sebentar-sebentar pengen pipis
Sebentar-sebentar senyum meringis

Weekend masih jauh di depan
Rindu ini harus ditahan
Andai bila YM ini tak ada
‘Ku tak tahu bagaimana jadinya

Wiken selalu kunantikan
Karena ku bisa bertemu dinda tersayang
Duh, tak terasa hari Senin datang
Banyak kerjaan yg harus diseleseikan..

Di perjalanan ke tempat kerja
Kuterima SMS dari kanda
Senang hatiku menerimanya
Semakin kuatkan rinduku saja

Di angkot, kukirimkan sepucuk cinta
Melalui pesan sederhana
Yang terkirim dari sebuah benda
Dengan perantara pulsa, tentunya

Semoga bos kita ngga baca
Semua sajak mesra kita
Bila dia tahu akhirnya
Takutnya dia meniru juga

Walau kita berdua kuli
Setiap hari kerja rodi
Tapi bila sedang merindu
Bos dianggap angin lalu

Apa kabarmu pagi ini?
Aku sudah di kantor lagi
Mari kita berchatting mesra
Lepaskan semua rindu yang ada

Sabarlah duhai kakanda
Rindu ini juga kurasa
Dinda masih ikut seminar
Ingin online aku tak sabar

Hariku terasa hampa
Tanpa chatting dengan adinda
Berbagi cerita
Ngobrol dengan mesra..

Aku ada bila kau rindu
Aku invis hindari pengganggu
BUZZ-lah aku kapanpun kau mau
Di window YM kita bertemu

Sayang, kerjaanku menumpuk
Kamu pasti juga kan, ya?
Makanya kita ambil jeda
Supaya rasa rindu terpupuk..

Esia-ku selalu nyala
Menunggu untuk kanda bunyikan
Namanya juga anak muda
Sebentar-sebentar teleponan

Baiklah sayang
Tunggu japri dari kakanda
Jangan lupa hidupkan esia
Kita ngobrol sampe kayang..

Silakan kanda pulang duluan
Malam kita bertemu lagi
Bila rindu sudah tak tertahan
Aku tunggu engkau di japri

Benarkah begitu yang kanda rasakan?
Dinda buat ‘mu sesak dada
Aku jadi terus kepikiran
Perlukah aku meluncur ke sana?

Entahlah dinda, kenapa aku sering mimpi buruk
Tiadanya adinda di sisi, bisa jadi penyebabnya
Entah kenapa rasa kangen ini merasuk
Menusuk kalbu, menghadirkan romansa..

Jogja kota kenangan
Pigura cinta bagi mereka
Ingin rasanya pergi ke sana
Bersama dinda, tentu mengasyikkan..

Tak usah kau tunggu Minggu, Kanda
Hanya sekedar ‘tuk ketemu Dinda
Kadang Dinda tugas ke Jakarta
‘Kan kusempatkan kita bersua

Pagi hari seharusnya menjadi syahdu
Awan kelabu menggelayut menanggung beban
Aku ingin segera sampai ke hari Minggu
Agar dapat pergi bersama kekasih berduaan

Kanda di sini pun aku rindu
Inginkan kehadiran dirimu
Lelaki lain aku tak mau
Hanya kamu, satu..

Sore-sore paling enak makan puding
berteman buah bersiram krim putih
Lebih romantis bila adinda bersanding
menikmati cinta bersama kekasih

Kanda Zam aku kembali
Siap bersapa denganmu lagi
Di sini aku pun sibuk sekali
Andai engkau bisa menemani

Dinda kau di mana?
Ku rindu sapa YM-mu
Siang-siang aku merana
Duh, kerjaan menumpuk selalu

Malam sudah semakin tua
Rembulan sembunyi di balik mega
‘Ku tidur dahulu ya kanda
Dalam mimpi kita kan bersua

Malam Minggu nggak barengan
Aku ke konser sama teman-teman
Zam malah pesta durian
Tapi hati kami tak terpisahkan

Jauh jarak Bogor-Jakarta
Ditambah aral sibuknya kerja
Membuat kami sulit bersua
Jadilah merindu di blog saja